Assalamualaikum...Selamat datang di http://wilyhikaru22.blogspot.com/. Semoga tulisan yang saya buat bermanfaat bagi teman-teman semua :)

Pengikut

Sabtu, 18 Oktober 2014

Tentang Fitrah Ini


Jika saat itu sepupuku tak menyadarkanku
Jika saat itu aku tak pernah bercerita terus tentangnya
Mungkin fitrah ini tak akan ku ketahui kemudian....
Bukannya aku menyalahkan apa yang telah Allah karuniakan...
Sekali lagi, bukan karena itu.
Tapi pantaskah bila saya mencintai orang yang harusnya saya hormati?
Pantaskah jika saya menaruh rasa kepada orang yang saya sebut malaikat???

Ketika kami dulu berpapasan, dalam hati, saya selalu berdoa
" Ya Rabb, Kau tahu???
Saat ini, persis di hadapanku, aku melihat malaikat-Mu tersenyum padaku..
Meski raganya terbuat dari tanah, tapi sifat-sifat mulianya hanya Engkau yang mampu ciptakan
Tolong jodohkanlah malaikat-Mu ini dengan seorang bidadari syurga
Beliau sangat berjasa dalam hidupku
Dia mengajariku banyak hal...
Rasa terima kasihku mungkin belum cukup untuk membalas semua kebaikannya
Untuk itu mohon dengarkanlah doa hamba yang satu ini
Segera pertemukan ia dengan wanita pujaannya di pelaminan
Janganlah Engkau terlalu lama membiarkan kesepian itu berjelanga dalam hatinya
Kumohon...... "  

Lirik Lagu Raissa - Pemeran Utama

Tlah aku mengerti
betapa sulit
untuk kembali
dan mempercayai penipu ini
sekali lagi

pemeran utama hati
pemicu detak jantung ini
baru kini kusadari
setelah berlayar pergi
itu kamu...

Ya aku wanita
yang seharusnya lebih perasa
tapi malah aku mencabik
lukai kau yang baik
buat hatimu sakit

meski malu untuk akui
aku mau..
kau kembali

pemeran utama hati
pemicu detak jantung ini
baru kini kusadari
setelah berlayar pergi

Ohh.. Ohh...

Ohh.. ohh...

pemicu detak jantung ini
baru kini kusadari
setelah berlayar pergi
itu kamu...

Ohhh....

Minggu, 28 September 2014

Lirik Lagu Oki Setiana Dewi - Wanita Surga Bidadari Dunia (wasubidu)



Keanggunan yang terpancar darimu muslimah
Ketegasan jiwamu bak perisai nan indah
Kau hadirkan pesona
Malu berbalut taqwa
Laksana syurga di dunia

Keteguhan hatimu o wanita muslimah
Ketangguhan dirimu yang terbingkai solehah
Perhiasan dunia
Tunduk pada Yang Kuasa
Sejukmu menentramkan jiwa

Engkau wanita surga
Bidadari dunia
Kehormatan kau jaga
Dengan penuh cinta

Engkau wanita surga
Bak permata berharga
Berbinar indah dalam kesucian jiwa

Lirik Lagu Siti Nurhaliza - Ketika Cinta Memanggil



Ada tiada rasa dalam jiwa
Rindu akan memanggil-Mu
Karna setiap jiwa t'lah bersumpah
Setia hanyalah kepada-Mu

Bila cinta ada di dalam jiwa
Wangi bunga dunia tanpa nestapa
Segala yang dirasa hanyalah Dia
Hati 'kan memuja hanya pada-Nya

Ketika cinta memanggil
Gemetar tubuhku
Ketika cinta memanggil
Hangatnya nafasku
Ketika cinta memanggil
Menderu sang rindu
Ketika cinta memanggil

Rindu... rindu... rindu qalbu
Memanggil-manggil nama-Mu
Seperti terbang di langit-Mu
Tenggelam di lautan cinta-Mu

Bertabur qalbu yang rindu
Melebur menjadi satu
Bagai menari diiringi pelangi
Ketika cinta memanggil

Minggu, 31 Agustus 2014

Lirik Lagu Edcoustic feat Inteam - Kau Ditakdirkan Untukku


Terucap Syukurku aku memilihmu
Tuk menjadi teman hidup setia selamanya
Belahan hati ini kini tlah terisi
Aku dan Dirimu mengucap janji bahagia

Reff:
Dan berlayarlah kita renda keluarga
Meretas hidup bersama
Aku bahagia ku dipertemukan
Belahan jiwaku
Tuhan persatukan kami untuk selamanya
Hingga bahagia disurgaMu
Pegang tanganku tataplah mataku
Engkau ditakdirkan untukku
Ikatan suci ini selalu kan ku jaga
Meniti sakinah penuh kasih sayang dan rahmatNya

Reff:
Dan berlayarlah kita renda keluarga
Meretas hidup bersama
Aku bahagia ku dipertemukan
Belahan jiwaku
Tuhan persatukan kami untuk selamanya
Hingga bahagia disurgaMu
Kau amanahku istriku tercinta
Engkau ditakdirkan untukku

Lirik Lagu Edcoustic - Muhasabah Cinta

Wahai... Pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan... Baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu

Reff. :
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi....
Muhasabah cintaku...

Tuhan... Kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu


http://musiklib.org/Edcoustic-Muhasabah_Cinta-Lirik_Lagu.htm

Senin, 21 Juli 2014

MasyaAllah, Musa Meraih Nilai Mumtaz (Istimewa) dalam Lomba Hafizh Cilik Internasional di Jeddah, Saudi Arabia



dakwatuna.com – Jakarta. Sekilas mungkin banyak yang tidak menyangka jika adik kecil yang masih ‘cadel’ menyebut huruf ‘ra’ ini memiliki hafalan Al-Qur’an 30 juz, apalagi di usianya yang baru menginjak 6 tahun. Rasanya sesuatu yang ajaib dan di luar nalar manusia, terlebih di zaman yang agak ‘bebas’ ini, jika tidak diawasi langsung oleh kedua orangtua maka pergaulan anak pun tidak akan terkontrol dengan baik.
Bagi manusia yang memiliki iman yang kuat, tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika usaha dan kerja keras sudah dilakukan dengan tekun dan sungguh-sungguh, ia akan percaya bahwa Allah akan memberikan ganjaran sesuai dengan apa yang telah dilakukan hamba-Nya.
Ini terbukti, adik Musa satu di antara anugerah dan karunia yang diberikan Allah untuk Abu Hanafi dan istrinya yang juga mampu memberikan banyak inspirasi dan motivasi untuk orang lain, terkhusus umat Islam.
Mungkin peristiwa fenomenal ini tidak aneh apabila kita mengaca kepada zaman sahabat dan tabi’in serta masa keemasan setelahnya, sejarah mencatat contohnya bahwa Imam Syafi’i hafal Al-Qur’an usia 7 tahun, hafal Muwattho’ usia 13 tahun dan diizinkan berfatwa oleh gurunya (Imam Malik) usia 15 tahun.
Orangtua Musa pun berharap dan telah mencanangkan anak-anaknya bisa seperti ulama-ulama terdahulu, setelah menamatkan hafalan Al-Qur’an ia akan menanamkan dan mengajarkan kepada Musa ilmu-ilmu agama, menghafal matan-matan hadits mulai dari hadits arba’in Imam Nawawi, Riyadhus Shalihin, sampai kitab hadits Bukhari-Muslim. Selain diajarkan bahasa Arab, Musa pun diajarkan bahasa Inggris oleh ayahnya. Subhanallah.. Lengkap.
Adapun keikutsertaan Musa dalam ajang Anugerah Khidmah Al-Qur’an Internasional yang berlangsung dari tanggal 3-7 Ramadhan 1435 H bertepatan dengan tanggal 1-5 Juli 2014 ini merupakan undangan khusus dari Syekh Abdullah bin Ali Bashfar, selaku Ketua Ma’had Tahfizh Dunia yang berpusat di Saudi Arabia. Dan Musa pun tercatat sebagai peserta termuda dalam perlombaan tahfizh Al-Qur’an ini. Prestasi Musa sebelumnya pernah menjuarai perlombaan menghafal Al-Qur’an cabang 20 dan 30 juz di Provinsi Bangka Belitung. Bismillah Masya Allah.. Sangat takjub, semoga Allah memperbanyak ‘Musa-Musa’ yang lainnya melalui anak dan cucu kita kelak. Aamiin ya rabb.
Berikut video penampilan Musa di ajang Hafizh Cilik Internasional 2014, dengan 5 soal tahfizh yang diujikan dewan hakim
kepadanya:
  1. QS. Al-Maidah [5]: 4-6
  2. QS. Hud [11]: 69-79
  3. QS. Al-Mu’minun [23]: 51-67
  4. QS. Az-Zumar [39]: 53-62
  5. QS. Al-Mursalat [77]: 1-19
Ada beberapa poin tips dari Bapak Musa, bagaimana beliau mengasuh dan mendidik Musa dan adik-adiknya bersama sang istri:
1.  Niat.
2. Bapak dan ibu terjaga dari maksiat.
3. Perbanyak doa, karena Al-Qur’an itu milik Allah.
4. Ketika Anda/istri mengandung, suami-istri perbanyak membaca Al-Quran/hafal Al-Qur’an.
5. Ketika anak sudah lahir jauhkan dari musik dan tayangan televisi yang mengganggu.
6. Umur 2 tahun ajarkan huruf hijaiyah dll.
7. Umur 3 tahun mulai hafal Al-Qur’an.
8. Punya amalan andalan, misal shalat tahajjud dan dhuha setiap hari.
9. Sebelum itu semua, tidak akan tercapai kalau tidak mencari pasangan dulu. Hehe
Untuk memotivasi diri saya (kita) kembali untuk semakin mencintai Al-Qur’an, ada baiknya membaca makna tafsir yang tersirat dari firman Allah dalam surat Al-Qamar ayat 17:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
“Dan Sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adalah orang yang mau mengambil pelajaran?” (QS. Al-Qamar [54]: 17)
Yakni untuk dibaca, dihafal, dipahami, dipelajari dan direnungi. Allah Subhaanahu wa Ta’aala telah memudahkan lafazhnya untuk dibaca dan dihafal, maknanya untuk dipahami dan diketahui. Hal itu, karena Al-Qur’an adalah sebaik-baik perkataan, paling benar maknanya dan paling jelas keterangannya. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Kalau bukan karena Allah telah memudahkan Al-Qur’an pada lisan manusia, tentu tidak satu pun makhluk yang dapat berbicara dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla.”
Oleh karena itu, siapa saja yang mendatanginya, maka Allah Subhaanahu wa Ta’alaala akan memudahkan maksudnya itu semudah-mudahnya.
Ad-Dzikr (pelajaran atau peringatan) di ayat ini mencakup semua yang diingat dan dipelajari oleh orang-orang yang berilmu seperti halal-haram, hukum-hukum perintah dan larangan, hukum-hukum jaza’i (pembalasan), nasihat, pelajaran, aqidah yang bermanfaat dan berita-berita yang benar. Sebagian kaum salaf berkata tentang ayat ini, “Adakah orang yang ingin mengetahui ilmu lalu dibantu untuk memperolehnya?” Oleh karena itulah Allah mengajak hamba-hamba-Nya untuk mendatangi Al-Qur’an dan mempelajarinya dengan firman-Nya, “Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”.
Terkait dengan orang yang membaca dan memahami Al-Qur’an, beberapa hadits menjelaskan:
“Dari Aisyah Ra., ia berkata bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, ‘Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan ia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam surga bersama-sama dengan para rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi ia tidak mahir, berat lidahnya (belum lancar), ia akan mendapat dua pahala.’ (HR. Bukhari dan Muslim).
“Dari Abu Abu Said al-Khudri Ra. dari Nabi Muhammad Saw. Beliau bersabda, ‘Allah berfirman, ‘Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta.’ Dan, keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (HR. Tirmidzi).
“Dari Ibnu Abbas Ra., katanya, Rasulullah Saw. bersabda, ‘Sesungguhnya, orang yang tidak terdapat dalam rongga badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” (HR. Tirmidzi).
“Dari Abdullah bin Amr bin Ash Ra., bahwasanya Nabi Saw. telah bersabda, ‘Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, ‘Bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya di dunia. Karena, kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).
“Dari Mu’adz bin Anas Ra. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, ‘Barang siapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orangtuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka, bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (HR. Abu Dawud).
Ada banyak ayat suci Al-Qur’an atau hadits yang menyatakan keutamaan membaca Al-Qur’an. Beberapa dalil tadi hanyalah sepercik kutipan yang menjadi ibrah agar kecintaan untuk menghafal Al-Qur’an semakin kuat mengakar. Semoga Allah selalu merahmati kita semua dengan Al-Qur’an, memberikan keistiqamahan dan menutup catatan kehidupan kita dengan predikat husnul khatimah, taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Aamiin ya rabbal’aalamiin. (Irhamni Rofiun/sbb/dakwatuna)